Blog Tempat Belajar Apa Aja

Archive for the ‘ujian nasional’ Category

EDU – In Finland, the basic right to education and culture is recorded in the Constitution of Finland. Public authorities must secure equal opportunities for every resident in Finland to get education also after compulsory education and to develop themselves, irrespective of their financial standing. educationLegislation provides for compulsory education and the right to free pre-primary and basic education. Most other qualifying education is also free of charges for the students, including postgraduate education at universities. The key words in Finnish education policy are quality, efficiency, equity and internationalisation. Education is a factor for competitiveness. The current priorities in educational development are to raise the level of education and upgrade competencies among the population and the work force, to improve the efficiency of the education system, to prevent exclusion among children and young people, and to enlarge adult learning opportunities. Special attention is also paid to quality enhancement and impact in education, training and research and to internationalisation. Background to Finland’s success in education builds on the following * Equal opportunities The Finnish education system offers everybody equal opportunities for education, irrespective of domicile, sex, economic situation or linguistic and cultural background. The school network is regionally extensive, and there are no sex-specific school services. Basic education is completely free of charge (including instruction, school materials, school meals, health care, dental care, commuting, special needs education and remedial teaching). * Comprehensiveness of education Basic education encompasses nine years and caters for all those between 7 and 16 years. Schools do not select their students but every student can go to the school of his or her own school district. Students are neither channelled to different schools nor streamed. * Competent teachers On all school levels, teachers are highly qualified and committed. Master’s degree is a requirement, and teacher education includes teaching practice. Teaching profession is very popular in Finland, and hence universities can select the most motivated and talented applicants. Teachers work independently and enjoy full autonomy in the classroom. * Student counselling and special needs education Individual support for the learning and welfare of pupils is well accommodated, and the national core curriculum contains guidelines for the purpose. Special needs education is integrated into regular education as far as possible. Guidance counsellors support upper grade students in their studies and choice of further education. * Encouraging assessment and evaluation The student assessment and evaluation of education and learning outcomes are encouraging and supportive by nature. The aim is to produce information that supports both schools and students to develop. National testing, school ranking lists and inspection systems do not exist. * Significance of education in society Finnish society strongly favours education and the population is highly educated by international standards. Education is appreciated and there is a broad political consensus on education policy. * A flexible system based on empowerment The education system is flexible and the administration based on the principal of “Centralised steering – local implementation”. Steering is conducted through legislation and norms, core curricula, government planning and information steering. Municipalities are responsible for the provision of education and the implementation. Schools and teachers enjoy large autonomy. * Co-operation Interaction and partnerships are built at all levels of activity. There is co-operation for the development of education between various levels of administration, between schools and between other social actors and schools. Education authorities co-operate with teachers’ organisations, pedagogical subject associations and school leadership organisations. This provides strong support for the development. * A student-oriented, active conception of learning The organisation of schoolwork and education is based on a conception of learning that focuses on students’ activity and interaction with the teacher, other students and the learning environment.

pialaTahukah Anda negara mana yang kualitas pendidikannya menduduki peringkat pertama di dunia? Kalau Anda tidak tahu, tidak mengapa karena memang banyak yang tidak tahu bahwa peringkat pertama untuk kualitas pendidikan adalah Finlandia. Negara dengan ibukota Helsinki (tempat ditandatanganinya perjanjian damai antara RI dengan GAM) ini memang begitu luar biasa. Peringkat 1 dunia ini diperoleh Finlandia berdasarkan hasil survei internasional yang komprehensif pada tahun 2003 oleh Organization for Economic Cooperation and Development (OECD). Tes tersebut dikenal dengan nama PISA (Programme for International Student Assesment) mengukur kemampuan siswa di bidang Sains, Membaca, dan juga Matematika.
Hebatnya, Finlandia bukan hanya unggul secara akademis tapi juga menunjukkan unggul dalam pendidikan anak-anak lemah mental. Ringkasnya, Finlandia berhasil membuat semua siswanya cerdas. Lantas apa kuncinya sehingga Finlandia menjadi Top No 1 dunia? Dalam masalah anggaran pendidikan Finlandia memang sedikit lebih tinggi dibandingkan rata-rata negara di Eropa tapi masih kalah dengan beberapa negara lainnya. Finlandia tidaklah menggenjot siswanya dengan menambah jam-jam belajar, memberi beban PR tambahan, menerapkan disiplin tentara, atau memborbardir siswa dengan berbagai tes. Sebaliknya, siswa di Finlandia mulai sekolah pada usia yang agak lambat dibandingkan dengan negara-negara lain, yaitu pada usia 7 tahun, dan jam sekolah mereka justru lebih sedikit, yaitu hanya 30 jam perminggu. Bandingkan dengan Korea, ranking kedua setelah Finlandia, yang siswanya menghabiskan 50 jam perminggu.
Apa gerangan kuncinya? Ternyata kuncinya terletak pada kualitas guru. Di Finlandia hanya ada guru-guru dengan kualitas terbaik dengan pelatihan terbaik pula. Profesi guru sendiri adalah profesi yang sangat dihargai, meski gaji mereka tidaklah fantastis. Lulusan sekolah menengah terbaik biasanya justru mendaftar untuk dapat masuk di sekolah-sekolah pendidikan, dan hanya 1 dari 7 pelamar yang bisa diterima. Persaingannya lebih ketat daripada masuk ke fakultas hukum atau kedokteran! Bandingkan dengan Indonesia yang guru-gurunya dipasok dari siswa dengan kualitas seadanya. Beberapa mahasiswa di Indonesia malah memilih fakultas keguruan sebagai alternatif terakhir. Mereka ini dididik oleh perguruan tinggi dengan kualitas seadanya pula.
Dengan kualitas mahasiswa yang baik dan pendidikan serta pelatihan dari dosen yang juga berkualitas tinggi tak salah jika kemudian mereka dapat menjadi guru-guru dengan kualitas yang tinggi pula. Dengan kompetensi tersebut mereka bebas untuk menggunakan metode kelas apapun yang mereka suka, dengan kurikulum yang mereka rancang sendiri, dan buku teks yang mereka pilih sendiri.
studyJika negara-negara lain percaya bahwa ujian dan evaluasi bagi siswa merupakan bagian yang sangat penting bagi kualitas pendidikan, Finlandia justru percaya bahwa ujian dan testing itulah yang menghancurkan tujuan belajar siswa. Terlalu banyak testing membuat kita cenderung mengajarkan kepada siswa untuk semata lolos dari ujian, ungkap seorang guru di Finlandia. Padahal banyak aspek dalam pendidikan yang tidak bisa diukur dengan ujian. Pada usia 18 th siswa mengambil ujian untuk mengetahui kualifikasi mereka di perguruan tinggi dan dua pertiga lulusan melanjutkan ke perguruan tinggi.
Siswa diajar untuk mengevaluasi dirinya sendiri, bahkan sejak Pra-TK! Ini membantu siswa belajar bertanggungjawab atas pekerjaan mereka sendiri, kata Sundstrom, kepala sekolah di SD Poikkilaakso, Finlandia. Dan kalau mereka bertanggungjawab mereka akan bekeja lebih bebas.Guru tidak harus selalu mengontrol mereka. Siswa didorong untuk bekerja secara independen dengan berusaha mencari sendiri informasi yang mereka butuhkan. Siswa belajar lebih banyak jika mereka mencari sendiri informasi yang mereka butuhkan. Kita tidak belajar apa-apa kalau kita tinggal menuliskan apa yang dikatakan oleh guru. Disini guru tidak mengajar dengan metode ceramah. Suasana sekolah sangat santai dan fleksibel. Adanya terlalu banyak komando hanya akan menghasilkan rasa tertekan, dan mengakibatkan suasana belajar menjadi tidak menyenangkan.
Kelompok siswa yang lambat mendapat dukungan intensif. Hal ini juga yang membuat Finlandia sukses. Berdasarkan penemuan PISA, sekolah-sekolah di Finlandia sangat kecil perbedaan antara siswa yang berprestasi baik dan yang buruk dan merupakan yang terbaik menurut OECD. Remedial tidaklah dianggap sebagai tanda kegagalan tapi sebagai kesempatan untuk memperbaiki. Seorang guru yang bertugas menangani masalah belajar dan prilaku siswa membuat program individual bagi setiap siswa dengan penekanan tujuan-tujuan yang harus dicapai, umpamanya: Pertama, masuk kelas; kemudian datang tepat waktu; berikutnya, bawa buku, dlsb. Kalau mendapat PR siswa bahkan tidak perlu untuk menjawab dengan benar, yang penting mereka berusaha.
Para guru sangat menghindari kritik terhadap pekerjaan siswa mereka. Menurut mereka, jika kita mengatakan “Kamu salah” pada siswa, maka hal tersebut akan membuat siswa malu. Dan jika mereka malu maka ini akan menghambat mereka dalam belajar. Setiap siswa diperbolehkan melakukan kesalahan. Mereka hanya diminta membandingkan hasil mereka dengan nilai sebelumnya, dan tidak dengan siswa lainnya. Jadi tidak ada sistem ranking-rankingan. Setiap siswa diharapkan agar bangga terhadap dirinya masing-masing. Ranking-rankingan hanya membuat guru memfokuskan diri pada segelintir siswa tertentu yang dianggap terbaik di kelasnya.
Kehebatan sistem pendidikan di Finlandia adalah gabungan antara kompetensi guru yang tinggi, kesabaran, toleransi dan komitmen pada keberhasilan melalui tanggung jawab pribadi. Kalau saya gagal dalam mengajar seorang siswa, kata seorang guru, maka itu berarti ada yang tidak beres dengan pengajaran saya! Benar-benar ucapan guru yang sangat bertanggungjawab.
(FB/Coki, worldchanging.com)

Urutan Kualitas Pendidikan Indonesia Di Mata Dunia Dari 1997-2007

Tahun 1997 – 2007 (World Competitiveness Year Book)

Menurut hasil survei World Competitiveness Year Book dari tahun 1997 sampai tahun 2007 pendidikan Indonesia berada dalam urutan sebagai berikut pada tahun 1997 dari 49 negara yang diteliti Indonesia berada di urutan 39. Pada tahun 1999, dari 47 negara yang disurvei Indonesia berada pada urutan 46. Tahun 2002 dari 49 negara Indonesia berada pada urutan 47 dan pada tahun 2007 dari 55 negara yang disurvei, Indonesia menempati urutan yang ke 53.

Tahun 2000

Sementara hasil penelitian program pembangunan PBB (UNDP) tahun 2000 menunjukkan kualitas SDM Indonesia berada pada urutan 109 dari 174 negara, jauh dibandingkan dengan negara tetangga Singapura (24), Malaysia (61),Thailand (76) dan Philipina (77).

Tahun 2001

Berdasarkan data hasil penelitian di Singapura (September 2001) menempatkan sistem pendidikan nasional pada urutan 12 dari 12 negara Asia bahkan lebih rendah dari Vietnam. Sementara hasil penelitian program pembangunan PBB (UNDP) tahun 2000 menunjukkan kualitas SDM Indonesia berada pada urutan 109 dari 174 negara, jauh dibandingkan dengan negara tetangga Singapura (24), Malaysia (61),Thailand (76) dan Philipina (77).

Tahun 2005

Posisi Indonesia menduduki peringkat 10 dari 14 negara berkembang di kawasan Asia Pasifik. Duh! Peringkat ini dilansir dari laporan monitoring global yang dikeluarkan lembaga PBB, Unesco. Penelitian terhadap kualitas pendidikan dasar ini dilakukan oleh Asian South Pacific Beurau of Adult Education (ASPBAE) dan Global Campaign for Education. Studi dilakukan di 14 negara pada bulan Maret-Juni 2005. Laporan ini dipublikasikan pada 24 Juni lalu. Rangking pertama diduduki Thailand, kemudian disusul Malaysia, Sri Langka, Filipina, Cina, Vietnam, Bangladesh, Kamboja, India, Indonesia, Nepal, Papua Nugini, Kep. Solomon, dan Pakistan. Indonesia mendapat nilai 42 dari 100 dan memiliki rata-rata E. Untuk aspek penyediaan pendidikan dasar lengkap, Indonesia mendapat nilai C dan menduduki peringkat ke 7. Pada aspek aksi negara, RI memperoleh huruf mutu F pada peringkat ke 11. Sedangkan aspek kualitas input/pengajar, RI diberi nilai E dan menduduki peringkat paling buncit alias ke 14. Indonesia hanya bagus pada aspek kesetaraan jender B dan kesetaraan keseluruhan yang mendapat nilai B serta mendapat peringkat 6 dan 4. “Sangat ironis karena Thailand yang mengalami krisis bisa menempatkan diri menjadi rangking satu,” ujar aktivis LSM Education Network for Justice (E-Net), M Firdaus, saat menjadi pembicara dalam seminar pendidikan mengenai laporan ini di Gedung YTKI, Jl Gatot Soebroto, Jakarta Selatan, Rabu (29/6/2005).

(ckckckcckck.. Kasiannya Indonesia…. Padahal Potensi Kekayaan Tambang Indonesia No.6 Didunia, Tapi Kebijakannya  urutan 62 dari 68 Negara. Apa yang salah?)

Masih Bingung Apa YAng salah?

Gimana Mau Maju, Tawuran Mulu sih :-(

Gimana Mau Maju, Tawuran Mulu sih 😦

Jangan Dicontohin Yah

Jangan Dicontohin Yah

Kembali ke pribadi masing-masing.

BTW, yang juara 1 siapa sih?

Oke Coba Tengok Siapa Yang Juara 1? Gue Udah Upload Datanya Kok, Coba Tengok Tulisan-tulisan Gue… Jangan Lupa Komengnya..

ODD Indonesia Cooking MarijuanaMenurut Jusuf Kalla seperti yang dilansir Apakabar.ws, dilihat dari peringkat negara, kualitas pendidikan Indonesia berada di urutan ke-160 dunia dan urutan ke-16 di Asia. Bahkan secara rata-rata, Indonesia masih berada di bawah Vietnam. “Mengapa orang Indonesia lebih bodoh dibanding orang Vietnam, Malaysia, atau Singapura? Anak-anak kita sekarang malas belajar karena mereka merasa tidak perlu belajar. Mengapa merasa tidak perlu belajar karena mereka merasa belajar dan tidak belajar sama saja,” tuturnya.
Dijelaskan, kondisi itu terjadi karena saat ujian naik kelas, murid yang pintar dan yang bodoh sama-sama naik kelas atau saat ujian akhir, siswa yang pintar dan bodoh semuanya lulus.

Menurut dia, budaya seperti itu terjadi akibat KKN, secara sadar dan tidak sadar, sudah diajarkan sejak dini di sekolah sehingga siswa yang mendapat nilai tiga dikatrol jadi lima atau yang dapat lima dinaikkan menjadi tujuh. Demikian juga siswa yang seharusnya tidak lulus, diluluskan juga. (Kasian Pak ama yang gak lulus…. 😦 ) “Karena itu, saya minta, mulai sekarang semua guru membiasakan pakai tinta merah. Kalau memang nilainya merah, ya tulis dengan tinta merah, seperti dulu-dulu lagi,” ujarnya.

Menko Kesra (saat itu Jusuf Kalla Masih Menjabat Sebagai Menko Kesra) juga menyoroti penggunaan sistem koefisien nilai kewajaran yang diterapkan Depdiknas dewasa ini dalam menilai hasil ujian. Dia menilai hal ini sebagai pembodohan terhebat dalam dunia pendidikan.
Melalui sistem itu, secara sengaja sudah dirancang disparitas kualitas pendidikan antara satu daerah dan daerah lain di Indonesia sehingga muncul kasta-kasta dalam bidang pendidikan. “Cara itu harus diubah karena merupakan suatu kebijakan yang betul-betul salah dan membodohi rakyat,” ujarnya. ( Pak, emang Setiap Daerah beda Kualitas Pendidikannya kok, kan setiap daerah gak sama Fasilitasnya Pak 😦 )
Sebetulnya, upaya untuk meningkatkan mutu pendidikan tidaklah terlalu berat karena hanya bersifat akan mengembalikan mutu pada posisi yang pernah dicapai tahun 1960-an. (Masa Sih Pak, Mana buktinya kalau Tahun segitu Indonesia Maju ? 😦 )
Kualitas pendidikan sekarang merosot dibanding dengan kondisi 40 tahun lalu, ibarat olahraga lompat tinggi. Kalau 40 tahun lalu mistar pendidikan itu diletakkan pada ketinggian dua meter, karena banyak yang tidak bisa lompat, mistarnya diturunkan jadi 1,5 meter. Begitu seterusnya hingga mencapai tingkat yang sangat rendah.
“Seharusnya, bukan mistarnya yang diturunkan, tetapi atlet lompatnya itu yang digodok agar bisa melompat lebih tinggi seperti di Malaysia, Singapura, dan Hong Kong. Sekarang, kita ingin mengembalikan mistar itu pada posisi semula,” kata Jusuf Kalla ( Sekarang kan (2009) Bapak Adalah Wakil Presiden, Kok gak ngebahas lagi pak kualitas pendidikan Indonesia? ).

Hmmm… Bagi yang ngebaca ini… tolong tinggalkan Komengnya Donk 🙂

Silahkan Download Kunci Jawaban UAS SMA 2009 untuk mata pelajaran Agama dan TIK atau Komputer. Kunci Jawaban UAS ini untuk daerah Jakarta, Makassar, Bandung, Surabaya, Medan, Balikpapan, Takalar, Menado, Gorontalo, Bali, Semarang, Bekasi, dan Yogyakarta.

Kunci Jawaban ini kami peroleh dari guru setiap mata pelajaran dari setiap kota yang mewakili. Kunci Jawaban UAS 2009 ini sebagai bentuk keprihatinan kami.

Silahkan Klik Link Berikut untuk mendownload

Kunci 1

Kunci 2

Mungkin ada menanti kata-kata tersebut, jelas aja, anda searching di internet trus dapat nih alamat Pasti key wordnya Bocoran Kunci Jawaban UAS 2009 atau yang mendekati kata-kata tersebut.

Kalau Bocoran Ujian Akhir Sekolah mah, gak usah khawatir, guru aku dulu ngasih kok bocorannya…

Gak mungkin lah guru kita sendiri gak mau kita lulus. Gue aja dulu dapat kunci, trus nilai ujian gue tinggi ….

Lega kan 🙂

Silahkan download Kunci Jawaban Ujian Nasional 2009 SMA berikut : Matematika, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Fisika, Kimia, Biologi, Sosiologi.

folder_download

Kami memberikan Kunci Jawaban Ujian Nasional 2009 Karena Kami paham betapa menderitanya anda saat Ujian Nasional. Anda Mungkin akan stress karena ujian nasional 2009 ini. 3 tahun percuma karena tidak lulus ujian nasional.

Oke, Silahkan Search di Google dengan kata kunci ” Download Kunci Jawaban Soal Ujian Nasional 2009” maka anda akan mendapatkan banyak sekali web yang menawarkan Kunci Jawaban Ujian Nasional.

Coba anda buka web yang berisi kunci jawaban ujian nasional tersebut. Apa anda menemukan apa yang anda cari.

Anda tidak menemukannya kan. Saya sangat mengerti keadaan anda saat ini, karena tahun lalu saya juga ikut ujian nasional, Alhamdulillah lulus karena Kunci Jawaban Ujian Nasional 2008 yang diberikan guru. Saat itu juga banyak kunci jawaban ujian nasional 2009 yang beredar. sama seperti keadaan anda saat ini. Keadaan ini mungkin tidak akan pernah berhenti. Saya kasihan Kepada anda, saya sangat ingin sekali membantu, tapi apa boleh buat kunci itu tidak ada pada saya. Resiko mengedarkan kunci jawaban juga sangat tinggi.

Jika anda merasa teraniaya oleh negara karena Ujian Nasional 2009 ini, maka berdoalah, karena doa orang-orang teraniaya akan dikabulkan Allah.

Sambil anda mencari Kunci Jawaban Ujian Nasional 2009  SMA, Sebaiknya anda juga menyempatkan diri membaca-motivasi-motivasi berikut (klik). Anda butuh semangat dalam menjawab soal. Tantangan kedepan masih ada.

Kumpulan Motivasi Pembakar Semangat (Recomended)

computing_stress

Kami Paham Keluhan anda , Berikut ini akan kami berikan Tips Menghilangkan Stress Usai Ujian Nasional, Serta beberapa motivasi untuk membangkitkan semangat anda.

Ujian Nasional Tahun 2009 ini memang bikin stress. Pasalnya meski dapat bocoran kunci jawaban ujian nasional 2009 dari sumber yang terpercaya, tapi tetap saja tidak menjamin kelulusan anda. Meskipun anda 100% yakin dengan jawaban anda, tapi ketahuilah wahai manusia, banyak faktor yang mempengaruhi ketidak lulusan anda. Contohnya yaitu kesalahan pengisian biodata, pembulatan yang tidak benar, lembar jawaban basah karena keringat, serta faktor lain yang tidak terduga yang sebenarnya sangat mempengaruhi kelulusan anda disamping jawaban anda sendiri.

Pernahkah anda berfikir Anda tidak lulus Ujian Nasional? Coba bayangkan bagaimana jika sampai anda tidak lulus Ujian Nasional.

  1. Anda Menghabiskan Waktu 3 tahun belajar di SMA, 3 tahun itu hasilnya NOL BESAR.
  2. Biaya yang anda keluarkan selama 3 tahun belajar di SMA, mulai dari SPP, Transportasi, Uang Jajan, sandang, pangan, papa, dsb. semuanya itu percuma!
  3. Pacar anda 90% akan memutuskan hubungan anda karena berfikir anda bukan apa-apa lagi, anda sudah tidak berharga lagi dimatanya. Anda gagal, anda tidak punya masa depan, anda hanya sampah di matanya.
  4. Cita-cita anda sudah berakhir sampai disini. Coba anda kenang kembali Masa kecil anda, saat guru anda, Orang tua anda bertanya, nak apa cita-citamu? Jadi guru, jadi dokter, jadi pengacara, jadi insinyur… Kasian, harapan itu sudah tidak ada karena kalian tidak bisa lanjut perguruan tinggi jika tidak lulus. Tidak masuk perguruan tinggi, artinya tidak bisa jadi dokter, tidak bisa jadi insinyur, tidak bisa jadi guru… Kasian Yah, hanya gara-gara 5 hari itu..

Oke, lupakan masalah anda. Tapi gimana caranya? Oke let’s try this Tips.

  1. Coba tuliskan di selembar kertas Kemungkinan terburuk yang akan terjadi dipikiran anda jika anda tidak lulus. Apapun itu, tulis semuanya.
  2. Gulung kertas itu lalu bakar.

Apa maknanya : Perhatikan baik-baik kertas yang dibakar oleh api itu. Api itu adalah semangat anda. Anda tidak lulus ujian Nasional bukan berarti akhir dari segalanya. Semangat andalah yang menentukan kesuksesan anda. Ingat kekuatan pikiran. Manusia Adalah produk dari pikirannya. Tetaplah bermimpi. Impian yang besar akan menghasilkan Produk yang besar pula. Teruskan cita-cita anda yang sudah anda bangun sejak kecil. Jika anda pernah menonton film laskar pelangi, Anda akan tahu betapa kuatnya mimpi itu.

Kami Sarankan anda membaca beberapa motivasi berikut (klik)


Tempat Download Game Gratis

Mau Liat Yang berkualitas? Klik Gambar

KALENDER POSTING

November 2017
S S R K J S M
« Mei    
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  

KATEGORI